Selasa, 08 Agustus 2017

KETAHUI DARI SEKARANG ADANYA GEJALA RADANG PANGGUL

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah suatu infeksi yang menjangkiti tuba fallopi, rahim, ovarium, leher rahim, atau panggul perempuan. Penyakit ini merupakan penyebab utama infertilitas yang dapat dicegah. Kasus radang panggul sebagian besar ditemukan pada perempuan berusia 15-24 tahun yang aktif secara seksual. Selain infertilitas, penyakit radang panggul yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, dan kehamilan ektopik.


Penyebab Radang Panggul

Infeksi menular seksual adalah salah satu penyebab radang panggul. Bakteri pada penyakit menular seksual, seperti chlamydia (klamidia) dan kencing nanah (gonore), adalah beberapa contoh bakteri yang biasanya menyebabkan leher rahim terinfeksi. Bakteri ini dapat menyebar dari vagina hingga ke organ reproduksi bagian atas. Penyebab radang panggul pada sebagian besar kasus belum diketahui. Namun beberapa bakteri yang biasanya hidup pada vagina juga dapat mengakibatkan radang panggul. Bakteri ini akan melewati vagina dan menginfeksi organ tubuh lainnya. Faktor risiko radang panggul berkaitan dengan keguguran, persalinan, aborsi, sering berganti pasangan seksual, berhubungan seks tanpa pengaman, memiliki sejarah radang panggul dan infeksi menular seksual serta kebiasaan mencuci vagina atau vaginal douching.

Gejala Radang Panggul
Organ reproduksi yang terinfeksi radang panggul tidak selalu menunjukkan gejala, sehingga pada sebagian besar kasus dapat sulit untuk dikenali. Gejala yang dialami dapat berupa rasa sakit pada panggul, sakit pada perut bagian bawah, sakit ketika buang air kecil, atau sakit saat berhubungan seksual. Selain itu dapat terjadi demam tinggi, mual, dan muntah-muntah.  Keputihan yang berubah warna menjadi kuning atau hijau juga bisa menjadi pertanda telah terjadi infeksi pada organ reproduksi.
Waspadai juga periode menstruasi yang lebih lama dan sakit serta pendarahan yang terjadi di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual. Segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Penderita yang tidak dapat mengonsumsi antibiotik oral, sedang hamil, atau mengalami kehamilan ektopik, memiliki gejala radang selaput perut yang berabses atau pelvic peritonitis, dianjurkan segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Radang panggul yang berada pada tahapan serius dapat ditangani dengan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi atau pengangkatan ovarium atau ooforektomi. Prosedur ini dilakukan jika pemberian antibiotik tidak efektif menyembuhkan infeksi atau jika abses telah muncul pada organ yang terinfeksi. Pengangkatan organ dilakukan sebagai tindakan pencegahan menyebarnya infeksi ke panggul atau perut.


Komplikasi Radang Panggul
Komplikasi radang panggul terjadi ketika penyakit tidak segera ditangani atau penderita tidak menyelesaikan periode pengobatan yang diwajibkan. Jenis komplikasi yang bisa timbul adalah sakit panggul jangka panjang, munculnya abses, berulangnya penyakit radang panggul pada penderita, infertilitas, dan terjadinya kehamilan ektopik.
Radang panggul yang kembali dan menginfeksi area yang sama membuat kondisi organ reproduksi tersebut rentan terhadap bakteri. Inilah kenapa penderita radang panggul harus menyelesaikan masa pengobatannya hingga tuntas demi mengurangi risiko terjadi infertilitas dan sakit panggul yang sangat mengganggu aktivitas. Infeksi berulang khususnya pada tuba fallopi dapat mengakibatkan terjadinya kehamilan ektopik. Infeksi ini menyebabkan luka dan menyempitnya tuba fallopi hingga sel telur menjadi tersangkut kemudian berkembang di dalam tuba fallopi. Jika hal ini terus berlanjut, dapat terjadi pendarahan dalam yang mengancam nyawa penderitanya sehingga tindakan operasi harus segera dilakukan.

Pencegahan Radang Panggul
Salah satu penyebab radang panggul adalah infeksi menular seksual, seperti penyakit chlamydia (klamidia) yang kasusnya umum menimpa kalangan pria muda serta memiliki gejala yang tidak terlihat. Infeksi ini dapat dihindari dengan menerapkan kebiasaan yang aman saat berhubungan seksual. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual dan menggunakan alat kontrasepsi kondom, spiral, dan/atau spermisida tiap berhubungan seks. Hindari alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim jika Anda melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan. Selain memulai kebiasaan seksual yang sehat, Anda juga dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti berikut :
  • Pemeriksaan kesehatan rutin pada diri Anda dan pasangan, lakukan pemeriksaan ginekologi maupun tes infeksi menular seksual untuk mendeteksi gejala penyakit radang panggul atau penyakit lainnya. Makin cepat penyakit dapat terdiagnosis, maka makin besar pula tingkat kesuksesan pengobatan.
  • Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala radang panggul atau infeksi menular yang tidak biasa, seperti sakit panggul berat atau perdarahan di antara periode menstruasi.
  • Saling terbuka mengenai sejarah infeksi menular seksual dengan pasangan Anda adalah salah satu tindakan pencegahan yang dapat menyelamatkan kesehatan bersama.
  • Pertahankan kebiasaan kebersihan yang sehat, hindari mencuci vagina (vaginal douching) dan bilaslah alat kelamin dari arah depan ke belakang seusai buang air untuk mencegah bakteri masuk melalui vagina.
  • Hindari atau pantang berhubungan seksual beberapa saat khususnya setelah persalinan, keguguran, aborsi, atau setelah melalui prosedur ginekologi lain untuk menjaga agar kondisi rahim tetap aman dari infeksi bakteri.
Pencegahan radang panggul, atau pelvic inflammatory disease, akan lebih mudah dilakukan bersama pasangan. Saling mengetahui sejarah infeksi menular seksual, informasi penyakit menular seksual terkini, dan saling mendukung selama proses pengobatan dapat memperlancar proses penyembuhan. Pemeriksaan dan konsultasi dokter yang rutin sangat disarankan jika Anda sedang mengidap penyakit lain di saat bersamaan.




Cara Cek Adanya Gejala Penyakit Radang Panggul dengan Mudah Menggunakan QRMA






Memperkenalkan ALAT CEK ADANYA GEJALA PENYAKIT RADANG PANGGUL, TANPA AMBIL SAMPLE DARAH, TANPA SUNTIK, hanya dengan 60 detik Pengecekan..!!!


Alat untuk menguji kondisi kesehatan bagian tubuh manusia, bekerja dengan prinsip magnetik.
QRMA ini tidak mendiagnosa, malainkan hanya menyoroti bagian-bagian tubuh yang mungkin tidak dapat berfungsi secara optimal.

Cukup memegang sensor di telapak tangan, maka QRMA akan mengumpulkan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan tubuh manusia dalam proses regenerasi sel.

Keunggulan :
-Tidak perlu Puasa
-Tidak perlu ambil darah
-Hanya 60 detik
-Bisa Print OUT
-Bisa mendeteksi gejala penyakit lebih dini yang belum bisa dideteksi oleh laboratorium


KEUNTUNGAN :
1. MUDAH DIOPERASIKAN, cukup dengan memegang sensor di telapak tangan Anda, sinyal tubuh akan dikumpulkan dalam waktu yang singkat.
2. AMAN, karena tidak perlu untuk mengambil darah untuk melakukan pengecekan.
3. Laporan hasil analisa kesehatan yang ditampilkan secara digital dan dilengkapi dengan penjelasan dan saran untuk meningkatkan kondisi kesehatan.
4. Setelah pemeriksaan, hasilnya dapat dicetak langsung pada kertas.
5. Cek kesehatan dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan menghemat waktu pasien.
6. Biaya untuk analisis sangat terjangkau dan dapat diterima oleh konsumen kebanyakan.
7. OMSET PENJUALAN AKAN MENINGKAT SECARA SIGNIFIKAN dan sudah banyak dibuktikan oleh konsumen, khususnya para networker.


Sangat kami rekomendasikan untuk Para Penjual Herbal & Produk Kesehatan, Terapis, Ahli Kesehatan, Orang-orang MLM di bidang kesehatan, dll.


Informasi & Pemesanan silahkan hubungi Marketing Terpercaya Kami :
Admin 7lebah.com
081213162228



Belanja Aman di Bukalapak | Tokopedia
Pengiriman by J&T | JNE | POS Indonesia

Cek ORDERAN HARIAN di orderan.info

0 komentar:

Posting Komentar